Informasi dan Data

Blognya Informasi dan Data Statistik NTB

NTB Dalam Angka 2010 New!!!

Publikasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang keadaan geografi dan iklim, ciri-ciri sosial ekonomi penduduk serta gambaran sosial ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat secara umum. Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2010 menyajikan data sekunder yang berasal dari instansi pemerintah maupun swasta, serta data primer yang merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat. Beberapa grafik disajikan pula dengan harapan dapat diperoleh informasi secara mudah dan cepat. Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak terutama Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat atas kerjasama yang baik dalam menyusun publikasi ini.

Download NTB Dalam Angka 2010 disini

Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat Menurut Sub Sektor Bulan Juli 2010

leave a comment »

  • Pada bulan Juli 2010, Nilai Tukar Petani Padi & Palawija (NTPP) tercatat sebesar 88,07, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 96,13, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 90,05, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPPT) 112,70 dan Nilai Tukar Petani Nelayan (NTN) 92,42. Secara gabungan, Nilai Tukar Petani Provinsi NTB sebesar 93,32. Ini berarti mengalami penurunan bila dibandingkan dengan bulan  Juni  yang terpaut sebesar 0,65 persen.
  • Dari 32 Provinsi yang dilaporkan pada Juli 2010, ada sebanyak 15 provinsi mengalami kenaikan dan 17 provinsi mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi NTP Juli 2010 terjadi di Provinsi Banten yaitu sebesar 1,99 persen, karena indeks yang diterima naik hingga 2,76 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sumatera Utara yaitu sebesar 0,98 persen.
  • Pada Juli 2010, terjadi inflasi di daerah pedesaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 2,52 persen. Inflasi terjadi karena peningkatan enam indeks konsumsi rumah tangga yaitu : bahan makanan (3,90 %),  makanan jadi (2,55 %), perumahan (0,53%), sandang (0,54 %), kesehatan (0,08 %), dan pendidikan, rekreasi & olahraga (0,51 %). Sedangkan kelompok transportasi & komunikasi stabil.

BRS NTP Bulan Juni

Bulan NTB Bulan Juli

Written by Administrator

August 18, 2010 at 8:46 am

TINGKAT KEMISKINAN DI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2010

leave a comment »

  • Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Maret 2010 mencapai 1.009.352 orang  ( 21,55 persen) mengalami penurunan pada tahun sebelumnya ( Maret tahun 2009) yang berjumlah sekitar 1.050.948 (22,78 persen).
  • Pada tahun 2010 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan untuk daerah perkotaan berjumlah sekitar 552.617 jiwa (28,16 persen) sedangkan di daerah pedesaan berjumlah sekitar 456.735 (16,78 persen).
  • Garis kemiskinan pada tahun 2010 sebesar Rp. 196.185,- mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan garis kemiskinan pada tahun 2009 yakni sekitar Rp. 185.025,-
  • Garis kemiskinan makanan (GKM) jauh lebih besar dibandingkan dengan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM), pada keadaan Maret 2010 untuk GKM sebesar Rp. 149.358,- sedangkan untuk GKBM sekitar Rp. 46.827,-
  • Pada Maret 2010, garis kemiskinan di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan garis kemiskinan di daerah pedesaan yakni Rp. 223.784,- untuk daerah perkotaan dan Rp. 176.283,- untuk daerah pedesaan.
  • Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada tahun 2010 mencapai 3,77 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) yang mencapai 5,15, demikian juga untuk Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni dari 1,68 pada tahun 2009 menjadi 1,01 pada tahun 2010.

Written by Administrator

August 18, 2010 at 8:31 am

INFLASI GABUNGAN KOTA MATARAM DAN KOTA BIMA BULAN MEI 2010

leave a comment »

  • Mulai  bulan Juni 2008  tahun  dasar  penghitungan  Indeks Harga Konsumen (IHK) menggunakan      2007 = 100 (sebelumnya 2002 = 100) yang didasarkan pada hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2007. Cakupan kota bertambah dari 45 kota menjadi 66 kota. Dengan menggunakan tahun dasar baru tersebut, pada bulan Mei 2010 terjadi Inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima sebesar 0,68 persen. Dari 66 kota yang menghitung IHK, tercatat 58 kota mengalami inflasi. Sedangkan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi  terjadi di Kota Maumere sebesar 1,51 persen dan terendah di Kota Jambi dan Kota  Lhokseumawe sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi terbesar di Kota Manokwari sebesar 1,61 persen dan terkecil di Kota Kota  Banda Aceh dan Kota Ambon sebesar 0,07 persen.
  • Inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima bulan Mei 2010 sebesar 0,68 persen, terjadi karena adanya kenaikan lima indeks kelompok yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,21 persen,  kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 2,72 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 1,24 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen.  Sedangkan dua indeks mengalami penurunan  yaitu:,  kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,05 persen.
  • Laju  inflasi Gabungan Kota Mataram  dan  Kota Bima  tahun  kalender  (Mei 2010 – Desember 2009) sebesar 2,68 persen,  sementara  itu  laju  inflasi “year on year”  (Mei 2010 – Mei 2009)  sebesar        5,88 persen.

Data 01 Juni 2010

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENURUT SUB SEKTOR BULAN APRIL-MEI 2010

leave a comment »

  • Pada bulan Mei 2010, Nilai Tukar Petani Padi & Palawija (NTPP) tercatat sebesar 91,63, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 93,24, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 92,63, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPPT) 115,91 dan Nilai Tukar Petani Nelayan (NTN) 93,45. Secara gabungan, Nilai Tukar Petani Provinsi NTB sebesar 95,80. Ini berarti mengalami penurunan bila dibandingkan dengan bulan  April  yang terpaut sebesar 0,90 persen.
  • Dari 32 Provinsi yang dilaporkan pada Mei 2010, ada sebanyak 16 provinsi mengalami kenaikan dan 16 provinsi mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi NTP Mei 2010 terjadi di Provinsi Bali yaitu sebesar 1,08 persen, karena indeks yang diterima naik hingga 1,33 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Barat yaitu sebesar 0,90 persen, karena indeks yang diterima petani turun sebesar 0,30 persen.
  • Pada Mei 2010, terjadi inflasi di daerah pedesaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 0,11 persen. Inflasi terjadi karena peningkatan lima indeks konsumsi rumah tangga yaitu : bahan makanan (0,31 %), perumahan (0,41%), sandang (0,02 %), pendidikan, rekreasi & olahraga (0,01 %) dan transportasi & komunikasi (0,05%). Sedangkan kelompok makanan jadi dan kesehatan mengalami penurunan masing-masing sebesar  0,57 %  dan 0,03 %.

Data 01 Juni 2010

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR FEBRUARI 2010

leave a comment »

  • Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat Februari 2010 mencapai US$ 112.137.035, angka ini mengalami peningkatan sebesar 10,93 persen jika dibanding ekspor Januari 2010 yang mencapai US$ 101.081.109.
  • Ekspor pada bulan Februari ditujukan ke negara Jepang, Korea dan Jerman dengan persentase masing-masing sebesar 0,05 persen,  58,22 persen dan 41,73 persen sedangkan  pada bulan Januari 2010 ekspor ditujukan hanya ke negara Jepang.
  • Komoditas yang diekspor pada bulan Februari 2010 konsentrat tembaga dan mutiara sedangkan pada bulan Januari 2010 komoditas konsentrat tembaga dan  getah ashitaba

DEFLASI GABUNGAN KOTA MATARAM DAN KOTA BIMA BULAN APRIL 2010

leave a comment »

  • Mulai  bulan Juni 2008  tahun  dasar  penghitungan  Indeks Harga Konsumen (IHK) menggunakan      2007 = 100 (sebelumnya 2002 = 100) yang didasarkan pada hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2007. Cakupan kota bertambah dari 45 kota menjadi 66 kota. Dengan menggunakan tahun dasar baru tersebut, pada bulan April 2010 terjadi Deflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima sebesar 0,17 persen. Dari 66 kota yang menghitung IHK, tercatat 45 kota mengalami inflasi. Sedangkan 21 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi  terjadi di Kota Manokwari sebesar 2,04 persen dan terendah di Kota Palembang sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi terbesar di Kota Tarakan sebesar 2,08 persen dan terkecil di Kota Jambi sebesar 0,02 persen.
  • Deflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima bulan April 2010 sebesar 0,17 persen, terjadi karena adanya penurunan dua indeks kelompok yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 1,26 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,01 persen.  Sedangkan lima indeks mengalami kenaikan  yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,53 persen, kelompok sandang sebesar 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,57 persen,  kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,17  persen.
  • Laju  inflasi Gabungan Kota Mataram  dan  Kota Bima  tahun  kalender  (April 2010 – Desember 2009) sebesar 1,98 persen,  sementara  itu  laju  inflasi “year on year”  (April 2010 – April 2009)  sebesar        4,25 persen.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.