INFLASI GABUNGAN KOTA MATARAM DAN KOTA BIMA BULAN MEI 2010
- Mulai bulan Juni 2008 tahun dasar penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) menggunakan 2007 = 100 (sebelumnya 2002 = 100) yang didasarkan pada hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2007. Cakupan kota bertambah dari 45 kota menjadi 66 kota. Dengan menggunakan tahun dasar baru tersebut, pada bulan Mei 2010 terjadi Inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima sebesar 0,68 persen. Dari 66 kota yang menghitung IHK, tercatat 58 kota mengalami inflasi. Sedangkan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Maumere sebesar 1,51 persen dan terendah di Kota Jambi dan Kota Lhokseumawe sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi terbesar di Kota Manokwari sebesar 1,61 persen dan terkecil di Kota Kota Banda Aceh dan Kota Ambon sebesar 0,07 persen.
- Inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima bulan Mei 2010 sebesar 0,68 persen, terjadi karena adanya kenaikan lima indeks kelompok yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,21 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 2,72 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 1,24 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen. Sedangkan dua indeks mengalami penurunan yaitu:, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,05 persen.
- Laju inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima tahun kalender (Mei 2010 – Desember 2009) sebesar 2,68 persen, sementara itu laju inflasi “year on year” (Mei 2010 – Mei 2009) sebesar 5,88 persen.
Data 01 Juni 2010


